Tuesday, 15 June 2010

Krisis Mengancam, Hematlah Air

Wilayah Indonesia memiliki 6 persen dari persediaan air di dunia atau sekitar 21 persen  persediaan air di Asia Pasifik. Namun kelangkaan dan kesulitan mendapatkan air bersih dan layak pakai, mulai menjadi masalah di banyak tempat.

Wahana Lingkungan Hidup menyatakan, akibat kerusakan alam dan pencemaran diperkirakan ketersediaan air bersih berkurang sebesar 15-35 persen per kapita pertahun. Bahkan ahli konservasi dunia memperkirakan dua dari tiga penduduk dunia akan kesulitan mendapatkan akses bersih pada tahun 2025.

Karena itu, kita harus menghemat dan bijak menggunakan air bersih. Berikut tips hemat menggunakan air:

1. Saat mencuci tangan, jangan biarkan air terus mengalir. Siapkan tempat atau ember yang khusus digunakan untuk mencuci tangan. Anda cukup mengambil satu gayung untuk sekali cuci tangan.

2. Gunakan kulkas dan AC yang tak menghasilkan air bila digunakan. Produk jenis ini biasanya juga hemat energi.

3. Saat menyiram tanaman, hanya siram rumput, tanaman dan pepohonan saja. Anda tak perlu menyiram seluruh halaman rumah yang tertutup semen atau ubin.

4. Gunakan mesin cuci hanya saat cucian Anda sudah penuh. Anda bisa menghemat seribu galon air dari situ. Saat mencuci, gunakan air sesuai jumlah cucian.

5. Untuk memproleh air dingin, simpan di kulkas. Sebaiknya jangan gunakan pengatur air panas dan dingin pada galon. Anda bisa menghemat listrik juga dari situ.

6. Jika Anda membayar air, monitor penggunaan air dan cocokan tagihan setiap bulan. Dari situ Anda bisa mengukur apakah penggunaannya sudah hemat atau malah boros.

7. Siram tanaman di pagi atau sore hari saat cuaca lebih sejuk agar air tidak cepat menguap kena sinar matahari. Siram seperlunya saja. Lebih banyak tanaman mati karena kebanyakan air ketimbang kekurangan air.

8. Untuk membersihkan lantai rumah dari sampah sebaiknya gunakan sapu, jangan air.

9. Jika shower di kamar mandi Anda bisa mengeluarkan air sebanyak 1 galon dalam 20 detik, sebaiknya Anda menggantinya dengan tipe yang lebih hemat. Atau bisa diganti dengan menampungnya dengan bak mandi. Penggunaan bath tub tidak disarankan bila ingin menghemat air.

10. Air bekas mencuci sayuran atau buah-buahan sebaiknya tak dibuang, tapi digunakan kembali untuk menyiram tanaman.

11. Mematikan air dari keran selama menyikat gigi, sama dengan menghemat 25 galon air sebulan. Pakai air saat berkumur saja.

12. Cuci mobil Anda di daerah berumput, Anda juga menyiram tanaman saat itu. Jika tak mungkin, pastikan airnya tidak menggenang tapi mengalir ke saluran pembuangan atau got.

13. Satu lagi cara agar Anda memenuhi kuota minum air 8 gelas sehari adalah dengan menyantap kuah sayur atau sup yang Anda makan. Selain rasanya lezat, pada kuah terdapat gizi dari makanan.

14. Jangan mencuci rambut sambil air terus mengalir dari pancuran. Mematikan air saat mencuci rambut bisa menghemat air sampai 150 galon sebulan.

15. Anda punya binatang peliharaan, kucing atau anjing? Saat memandikannya, sebaiknya di rerumputan agar airnya juga ikut menyiram tanaman dan diserap tanah.

16. Saat mengganti air minum hewan peliharaan Anda, buang air yang lama ke tanaman. Anda sama saja menyiram tanaman saat itu.

17. Saat Anda menyisakan es batu bekas air minum. Jangan buang es ke tong sampah. Sebaiknya buang ke tanaman agar diserap.

18. Setiap anggota keluarga sebaiknya jangan sering mengganti gelas. Hal ini akan menghemat air dan tak perlu banyak mencuci gelas.

19. Cuci buah-buahan dan sayuran Anda dengan air bersih yang sudah disediakan. Jangan mencuci dengan air yang mengalir dari keran. Itu lebih menghabiskan air.

20. Yakini hal ini: saat Anda menghemat air, berarti anda telah menghemat uang juga. Hemat air mudah dilakukan siapa saja. (med)

Sumber : http://cetak.batampos.co.id

Soto Ayam

Satu lagi resep yang diadopsi dari klik disini ya. Ya, salah satu masakan favorit ku lagi, yaitu soto ayam...


Ga usah berlama-lama, yuk kita praktek,,,,


Olala,,,

Bahan:
2 buah dada ayam tanpa kulit. Rebus dengan:
2 liter air

3 gelas santan dari 1 buah kelapa tua.

200 gr. toge, bersihkan. Blansir, bagi yang tidak suka toge segar.
150 gr. soun cina, seduh, tiriskan lalu potong-potong
3 butir telur, rebus, potong-potong
2 buah kentang, potong-potong lalu iris tipis. Goreng hingga kering, lalu tiriskan.

Bahan haluskan:
5 siung bawang putih
3 cm kunyit, sangan, panggang atau bakar hingga agak layu
5 butir kemiri, sangan.
1 potong jahe
Lada, sesuai selera, sangan.
Garam

4 batang serai, memarkan
4 lembar daun jeruk purut.
3 batang daun bawang, ambil bagian yang putih, iris kasar.
Minyak goreng untuk menumis.

Untuk Tabur:
1 sdm seledri cincang
1/2 sdm bawang putih goreng
1 sdm bwang merah goreng

Pelengkap:
Sambal rawit
Kecap manis
Jeruk limau

Cara membuatnya:
1. Didihkan air lalu masukkan dada ayam. Biarkan matang lalu angkat, tiriskan. Suwir-suwir. Sisihkan.

2. Tumis bumbu halus, serai, daun purut, daun bawang (bagian putihnya) hingga harum.

3. Masukkan ke dalam air bekas rebusan ayam. Didihkan kembali. Masukkan santan, aduk rata dan biarkan mendidih sambil ditimba-timba agar santan tidak pecah.

4. Tempatkan pada wadah berturut-turut: soun, toge, kentang, telur rebus, suwiran ayam, sledri cincang.

5. Siram dengan kuah soto panas hingga toge layu. Perasi air jeruk limau, taburi bawang goreng dan bawang putih goreng.

Kue Sagu Keju

Satu lagi resep yang aku dapet dari klik disini ya. Satu inspirasi kue lagi. Tapi sayang, aku belum punya peralatan untuk membuat kue yang lebih dari hanya mengkukus, hehehe,,,tapi suatu saat aku pasti punya. Maklum lah, masih penganten baru, hehehe,,,

Yuk ah kita mulai mengexplore.. ^_^

Bahan:
125 gr. margarin
100 gr. mentega tawar
125 gr. gula bubuk
3 butir kuning telur
100 gr. keju Edam parut
50 gr. keju Cheddar parut
Campur:
300 gr. tepung sagu
100 gr. tepung maizena
100 g tepung terigu
Sedikit margarin untuk memulas loyang
Cara membuatnya:
1. Kocok margarin, mentega dan gula hingga halus. Tambahkan telur satu per satu sambil terus dikocok rata.
2. Masukkan keju parut, aduk rata. Lalu tambahkan sedikit-sedikit campuran tepung sagu, maizena, dan terigu. Aduk rata. Istirahatkan sebentar.

3. Siapkan contong kue, lalu gunting bagian ujungnya. Masukkan cetakan sesuai selera (tapi yang bergerigi). Setelah cetakan terpasang, masukkan adonan ke dalam contong kue. Adonan agak sedikit liat karena itu pilih semprotan yang agak besar.

4. Semprotkan ke atas loyang datar berpulas margarin. Beri sedikit jarak dari satu kue ke kue lain. Taburi keju parut.

5. Panggang dalam oven dengan panas 170 C selama 25-30 menit hingga kuning dan kering.

6. Setelah matang dinginkan di rak berjeruji agar keringnya sempurna, baru tata di dalam ples atau wadah yang rapat.

Kue Mochi Jepang (Mudah & Dijamin Yummy,, ^_^)

Ngga sengaja waktu nyari inspirasi buat masak hari ini, aku nemu resep kue kesukaanku. Daripada ntar susah lagi nyari blog nya, ya udah deh aku copy aja resep nya di blog ku, biar suatu saat pas aku mau praktek aku tinggal buka blog ku aja. Oa resep ini aku dapat dari blog seorang Ibu, dengan URL klik disini aja ya. Terima kasih inspirasinya ya Bu,,, ^_^ 

Yuk kita mulai dengan resepnya,,,,

Bahan Biang:
1 sdm tepung sagu
2 sdm air
Aduk di atas api sampai mengental

Bahan kulit:
200 gr tepung ketan (sebaiknya yang baru ditumbuk)
175 ml air
garam sesuai selera

Rebus:
75 gr gula pasir campur yang dicampur dengan 25 ml air dan bubuhi sedikit vanili.

Bahan isi/filling:
100 gr kacang tanah, sangan
Gula putih atau gula merah, sesuai selera
Garam, sesuai selera

Bahan taburan:
(Pilihan bisa bermacam-macam, sesuai selera. Bisa:
1. Tepung tapioka
2. Biji wijen yang telah disangan, atau
3. Kacang tanah yang sudah disangan lalu ditumbuk kasar
4. dll, sesuai selera

Cara membuat:

Kulit:
1. Campur bahan biang ke dalam tepung ketan. Masukkan pula garam. Aduk rata.

2. Tuangi adonan dengan air dan air gula bergantian, sedikit-sedikit sambil diuleni dnegan tangan.

3. Uleni terus hingga adonan kalis di tangan dan dapat dibentuk.

4. Adonan dibagi dua atau tiga sesuai selera. Yang satu biarkan putih, yang lain beri warna.

5. Ambil adonan sebanyak yang diinginkan untuk besar kue. Pipihkan, lalu isi dengan bahan isi. Tutup kembali dan bentuk bulat. Kerjakan hingga adonan putih dan warna lain habis.

6. Rebus air hingga mendidih. Masukkan bulatan-bulatan adonan dan biarkan mengapung. Angkat lalu celupkan ke dalam air dingin matang. Angkat dan tiriskan. Gulingkan ke dalam tepung tapioka atau pilihan taburan lainnya.

Hidangkan moci dengan teh atau kopi hangat.