Monday, 24 May 2010

Menjaga Komunikasi

KOMUNIKASI, kata yang mudah untuk diucapkan namun terkadang sulit untuk diaplikasikan. Kata yang smple dan elegant namun butuh belajar untuk bisa menjalankannya.

Sebagai Istri dan ibu rumah tangga, disni aku ungin mambahas tentang komunikasi dengan pasangan tentu. Aku baru menyadari masalah yang selama ini aku rasakan sendiri, ternyata berawal dari krtidakmampuan aku mengkomunikasi apa yang aku inginkan. Aku sering merasa takut dan tidak enak hati jika aku banyak meminta, banyak menuntut dan berharap suamiku mau melakukan apa yang aku inginkan ,Aku tidak mau menjadi beban untuk orang lain. Karena yang aku tau suamiku sudah kelelahan dengan segala beban pekerjaannya. Jika pulang ke rumah, dia pasti ingin istirahat tanpa mau diganggu oleh permintaan-permintaan aku istrinya yang  memiliki banyak kelemahan.

Tapi ternyata semua itu hanya ketakutan ku saja dan karena kebodohanku saja. Sebetulnya permintaan ku bukanlah hal-hal yang berbau fisik dan sebetulnya semuanya akan menjadi mudah jika aku bisa mengkomunikasikan dengan efektif dan efisien.

Oya aku sengaja menulis di blog ini untuk mengurai masalah-masalah ku, karena ternyata memang benar, jika kita memvisualisaikan masalah Insya Alloh kita pasti akan bisa mengurai benang kusut dari masalah tersebut dan masalah pasti dapat kita pecahkan.

Back to my story, Sebetulnya suamiku amat sangat pengertian sekali. Dia tidak pernah marah dan protes dengan semua yang aku lakukan. Berbeda sekali dengan aku yang banyak ngomel, cerewet, dan lain-lain lah sesuai dengan stigma seorang istri yang berkembang di masyarakat ^_^ ...


Tapi justru di situlah yang membuat aku bingung. Aku sulit mengkomunikasikan yang aku mau, karena terkadang aku merasa unconfident untuk mengkomunikasikan mimpi-mimpiku yang sederhana, karena yang aku tau sumiku memiliki mimpi-mimpi yang luar biasa besar. Terkadang aku malu untuk membandingkan mimpiku dengan dia. Aku merasa kecil jika dengan dia. Dia punya mimpi tentang aku, tapi aku BELUM bisa mewujudkannya karena "kegoblokan" aku dalam mengkomunikasikannya. Ya, semua kembali pada komunikasi.

Rabb, bantu aku untuk bisa lebih baik untuk Mu, suamiku, keluargaku, dan untuk umatku. Amin...

Tuesday, 11 May 2010

Ikan Panggang Bumbu Serai

Resep ini aku adopsi dari resep yang ada di balik bungkus penyedap masakan. Daripada langsung dibuang kan mending dipublish dulu biar bermanfaat. Betul tidak. Yuk kita mulai memasak...yu...
Bahan-bahannya:
- 4 fillet ikan tengiti
- 6 batang serai, belah tidak putus
- 2 bungkus penyedap rasa ayam (8gram)
- 1 sdm margarine
- 1 buah bawang bombay, cincang halus
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 5 cm jahe, parut
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 2 sdt air asam jawa
- 2 sdt cincangan kulit jeruk lemon
- 1/2 sdt garam
- 4 sdm kecap manis
Cara membuatnya :
- Ikat masing-masing filllet ikan tengiri dengan 2 batang serai, simpulkan ujungnya.
- Aduk rata penyedap rasa ayam dan sisa bahan lainnya hingga rata. Lumuri pada semua bagian ikan. Diamkan selama 10 menit.
- Susun ikan dalam pinggan tahan panas yang telah diberi margarine dan panggang dalam oven bersuhu 160 derajat Celcius selama 10-15 menit hingga matang.
- Angkat dan sajikan panas.

Monday, 10 May 2010

Tentang Aku

Aku adalah seorang anak yang dibesarkan dari keluarga sederhana. Masa kecilku penuh dengan lika-liku yang jika aku mengingatnya seperti slide film yang terpampang di layar. Dengan semua kenangan itu, alhamdulillah Alloh memberi sudut pandang lain dalam jiwa dan fikiranku bahwa aku haruslah lebih baik dari apa yang aku lihat saat otu. Semua yang aku alami tidak lantas membuat aku mau untuk mengikutinya. Semua tidak terlepas dari perlindungan Alloh kepadaku. Ya, Alloh sangat sayang padaku, sehingga semua yang aku alami menjadi pundi-pundi untuk aku agar aku bisa lebih dewasa. Sungguh pahit sekaligus indah jika mengenang semuanya.

Aku terhitung anak berprastasi sejak aku duduk di sekolah dasar. Aku menjadi siswa yang cukup diperhitungkan baik oleh guru maupun teman-teman. Aku terbiasa untuk menjadi seorang leader, meskipun terkadang aku merasa kurang percaya diri. Tidak usah aku sebutkan mengapa aku tidak percaya diri.

Seiring waktu berllau, akhirnya aku bisa menyelesaikan studi ku hingga ke pergutuan tinggi di Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Semua tidak terlepas dari perasan keringat ayahku yang bekerja dengan giatnya demi untuk menyekolahkan aku anaknya yang sangat beliau banggakan.
Beberapa bulan setelah aku lulus kuliah, aku dilamar oleh seorang pria yang kini jadi suamiku. sesungguhnya ku tidak berniat untuk menikah terlalu cepat, namun takdir Alloh berkata lain, bahwa aku harus menikah secepat ini dan aku menerimanya dengan penuh ketawakalan.

Saat menikah, aku baru lulus banget, jadi aku belum sempat mancari pekerjaan. Akhirnya aku memiliki kegiatan belajar internet marketing di rumah saja. Aku ingin mengerjakan semuanya secara totalitas, aku ngga mau setengah-setengah, tapi aku susah untuk mengkomunikasikan semuanya pada suamiku. Entahlah, aku merasa suamiku tidak percaya pada kemampuanku, dan aku sendiri pun takut atau gengsi untuk bertanya-tanya sama dia. Ya, dia selalu memandangku sebelah mata. Katanya mau sama-sama belajar, tapi kalo tiap dia lagi asik  di depan komputer dan pada saat yg sama aku nyamperin, dia pasti tetep asik sendiri tanpa mau berbagi ilmu denganku. Sungguh aku ngga ngerti apa yang ada di fikirannya. Katanya pengen aku bisa ini, bisa itu tapi ngga pernah mau ngajarin atau minimal ngarahin.

Ya terkadang aku pun berfikir untuk mengerjakannya sendiri, tapi setelah itu aku sering bingung. Ya Alloh tolonglah hamba-Mu, aku tidak mau hanya jadi beban, hamba ingin banyak beramal tapi dari hasil jerih payahku sendiri. Amal yang aku maksud disini adalah amal dalam bentuk materi. Aku mau sekali untuk bisa memberi materi kepada kedua orang  tua ku, kepada saudara-saudara ku, kepada kaum yang membutuhkan. Tapi aku mau semua berasal dari keringatku sendiri, bukan hanya dari suamiku semata. Aku ingin ilmu yang sudah aku kecap selama 16 tahun bisa manghasilkan materi, seperti yang orang tuaku harapkan ketika dulu mereka menyekolahkan aku. Ya Alloh, jalan seperti apakah yang mesti aku tempuh????
Ada beberapa opsi yang bisa aku pilih.
  1. Menjadi Ibu Rumah Tangga Murni yang hanya berdiam di rumah, nunggu suami pulang, dll.
  2. Menjadi pegawai, baik di pemerintahan, bank, swasta, atau di sekolah.
  3. Menjadi Ibu rumah tangga sekaligus pengusaha, baik internet marketer maupun usaha offline lainnya seperti dagang, dll.
Untuk opsi 1, tentu aku tidak mau memilih itu. Itu sama saja mematikan otakku dari tombol on menjadi off sama sekali, karena kalo ibu rumah tangga pure tanpa ada aktivitas nanti kerjaanku hanya di dapur, sumur, dan kasur. Justru itulah yang aku takutkan selama ini, aku takut otakku terhenti dari berfikir dan aku hanya menjadi seonggok daging tak berguna. Oughhhh it's so scary,,, no,,no,,,no,,,
Opsi 2, aku memang ingin sekali bekerja. Aku ingin bekerja untuk berhenti suatu saat, jika modal sudah terkumpul. Aku ingin mengumpulkan modal untuk aku membangun usaha. Jujur, aku tidak mau menjadi pegawai abadi, itu pasti akan sangat membosakan kurasa. TApi jika ALloh mentakdirkan aku seperi itu, aku akan menjalankannya dengan tulus dan ikhlas Lillahi Ta'ala dan akan terus berkarya dan memberi yang terbaik.
Opsi 3, aku sedang merintid itu. Tapi aku butuh dukungan dan motivator yaitu orang terdekat denganku sekarang karena dia yang tahu bidang ini.

Sunday, 9 May 2010

Bekasi Oh Bekasi,,,

Kota Bekasi,,,,Kota dimana sekarang aku tinggal..
Di hari pertama aku tinggal disini, yang ada d fikiran ku adalah bahwa bekasi equal panas alias hot.
Aku berfikir "Ya Alloh apakah aku bisa hidup seperti ini..."
Tapi setelah menjalaninya kurang lebih selama satu bulan, aku sudah mulai bersahabat dengan kota ini. Tapi hari-hari kami kadang diisi dengan hal-hal yg bisa membuat cuaca panas ini bisa berkurang sedikit demi sedikit. Aku dan suami ingin agar Bekasi khususnya tempat aku tinggal bisa seperti Kota dimana aku berasal yaitu BANDUNG. Apakah itu hanya mimpi. ???? Ku harap tidak...
Tapi aku kira itu bukan hanya mimpi. Waktu aku pulang dari pasar Babelan Bekasi, aku melihat sebuah rumah yang rindang sekali, dimana di depan rumah tersebut ada 2 empang alias kolam ikan yang dikelilingi tumbuh-tumbuhan yang rimbun banget. Suasananya sejuk banget serasa di Lembang atau yang rada deket lah serasa di Puncak. Duh jadi pengen honeymoon lagi kesana. Hehehe,,,
Jadi kami juga berencana untuk membuat suasana rumah kami lebih sejuk lagi dengan mengecat rumah dengan warna hijau. Hahaha,,, ngga ngaruh juga c kalo cat mah, tapi ini mah berhubung warna favorit aja.  tapi jangan salah lho, meski cuman warna dinding, warna hijau memang bisa memberi aura sejuk dan menyegarkan lho,,,, ^_^
Selain menghijaukan rumah dengan tanaman dan warna hijau pada dinding, yang tidak kalah penting
 adalah sirkulasi udara di rumah juga harus diperhatikan. Usahakan buat lubang udara sebanyak-banyaknya, tapi jangan lupa untuk ditutup kain kasa ya, coz kalo ngga ntar nyamuknya bisa masuk. Oa, aku hampir lupa, masalah kedua d tempat tinggal ku di Bekasi adalah Mosquitos. Kalo tidur tuh, serasa tidur deket bandara, coz suara nyamuk nya kaya suara pesawat terbang ^_^
Oa, selain hal di atas air d Kecamatan Babelan tempat aku tinggal itu rasanya asin banget. Maklum kita tinggal di dataran rendah yang dekat dengan laut, jadi air  nya sudah ter instrusi air laut. Huh,,, mungkin itu yang menjadi penyebab kulit ku berubah warna menjadi lebih keciklatan. Oh my God, ini baru satu bulan, tapi wajahku sudah berubah seperti ini, apalagi nanti jika aku sudah tinggal bertahun-tahun di sini mungkin aku bisa jadi Negro, hehehe,,,Nadzubillah. Makanya sekarang aku juga lagi searching tips-tips untuk tetap mempertahankan wajah yg putih dan bercahaya. Hehehe...
Ya semoga yang aku takutkan tidak akan pernah terjadi. Amin...

Tuesday, 4 May 2010

Resep-Resep Masakan Mudah untuk Dipraktekan

Sebenernya resep-resep ini saya dapatkan dari bungkus-bungkus penyedap rasa maupun margarine yang saya dan ibu saya beli. Daripada langsung dibuang, kan sayang, so mendingan kita publish dulu aja di blog ku ini, lumayan kan bisa buat share n itung-itung aku juga berusaha mengingat-ingat cara mambuat masakan-masaknnya. Tapi dibalik itu semua, yang terpenting adalah praktek,,,praktek,,,dan praktek,,,, So Selamat mencoba ya ^_^
Paru Goreng Wangi

Bahan:

    * 250 gram paru rebus,iris
    * 150 gram tepung beras
    * 50 gram tepung terigu
    * 1 butir telur ayam
    * 5 lembar  daun jeruk, iris halus
    * 5 batang serai, ambil bagian tengahnya, iris tipis
    * 200 ml santan kental
    * minyak goreng secukupnya, untuk menggoreng
    * penyedap rasa sapi secukupnya

Bumbu Halus:

    * 5 butir kemiri
    * 3 siung bawang putih
    * 1 cm kencur
    * 1 sdt garam
    * 1 sdt ketumbar sangrai
    * 1/4 sdt jintan

Cara Membuat


    * Lumuri irisan paru dengan bumbu halus. Diamkan sebentar, sisishkan.
    * Campur tepung beras, tepung terigu, telur, daun jeruk, serai, santan, dan penyedap rasa. Aduk rata.
    * Celupkan irisan paru ke dalam adonan.
    * Goreng hingga matang. Lakukan hal yang samam hingga bahan habis. Angkat dan sajikan. Untuk: 4-5 orang.


Sayur Kacang Kikil

Bahan:

    * 250 gram kikil kulit sapi, potong 2 cm, rebus hingga empuk
    * 100 gram kacang merah segar
    * 8 utas kacang panjang, potong 2 cm
    * 3 buah tomat hijau, belah-belah
    * 3 buah cabai merah besar, belah dua
    * 1 buah tahu putih, potong dadu, goreng setengan matang
    * 2 l2mbar daun jeruk
    * 2 lembar daun salam
    * 2 cm lengkuas, memarkan
    * 2 sdm air asam jawa
    * 4 sdm minyak goreng, untuk menumis
    * 1 bungkus penyedap rasa sapi

Bumbu Halus:

    * 6 butir bawang merah
    * 3 siung bawang putih
    * 3 butir kemiri sangrai
    * 2 buah kluwak tua, ambil isinya, rendam dalam air panas, tiriskan
    * 1 cm kunyit
    * 4 sdm gula merah
    * 1 sdm terasi bakar

Cara Membuat:

    * Rebus kacang merah, daun salam dan lengkuas hingga matang. Sisihkan.
    * Tumis bumbu halus, cabai merah, dan daun jeruk, hingga harum. Masukkan ke dalam rebusan kacang. Tambahkan kikil, air asam jawa, dan penyedap rasa. Didihkan kembali hingga bumbu meresap.
    * Masukkan kacang panjang, tomat hijau, dan tahu. Masak hingga sayuran layu. Angkat dan sajikan. Untuk 5-6 orang.


Lele Bakar Kuah Pecak

Bahan:

    * 2-3 ekor ikan lele, kerat-kerat badannya
    * 2 siung bawang putih, haluskan
    * 1 sdm garam
    * 2 sdm air asam jawa
    * 4 sdm minyak goreng, untuk mengoles
    * 1/2 bungkus penyedap rasa sapi

Kuah:

    *  5 buah cabai merah besar
    * 5 butir bawang merah
    * 1 buah tomat, potong dadu
    * 10 cm temu kunci
    * 2 cm jahe
    * 2 cm kencur
    * 4 sdm  gula merah
    * 1 sdt garam
    * 1 buah jeruk limau, ambil airnya
    * 1 gelas air panas
    * 1/2 bungkus penyedap rasa sapi

Pelengkap

    * daun kemangi

Cara Membuat:

    * lumuri ikan lele dengan bawang putih, garam, air asem jawa, dan 1/2 bungkus penyedap rasa hingga ke bagian rongga perutnya. Diamkan sebentar hingga bumbu meresap. Olesi minyak goreng. PAnggang ikan hingga matang. Sishkan
    * Tusuk cabai merah, bawang merah, temu kunci, jahe, dan kencur dengan tusukan sate. Bakar sambil diputar hingga agak gosong. Tumbuk kasar bersama gula merah dan garam. Tambhkan tomat, air jeruk, air panas dan 1/2 bungkus penyedap rasa
    * Siram ikan bakar dengan kuah pecak. Taburkan daun kemangi. Sajikan untuk 5-6 orang.


Tumis Babat Taoge

Bahan:

    * 250 gram babat sapi, bersihkan
    * 100 gram taoge besar
    * 15 butir telur puyuh rebus, kupas
    * 1 ikat kangkung, potong-potong
    * 6 butir bawang merah, iris tipis
    * 2 siung bawang putih, iris tipis
    * 2 buah cabai merah besar, iris derong
    * 2 batang daun bawang, potong 2 cm
    * 2 lembar daun salam
    * 2 cm lengkuas, memarkan
    * 4 sdm minyak goreng, untuk menumis
    * 1 bungkus penyedap rasa sapi.

Cara Membuat

    * Rabus babat hingga empuk. Iris tipis. Sisihkan
    * Tumis bawang merah, bawang putih, cabai merah, daun salam, dan lengkuas hingga harum. Masukkan Babat, telur puyuh, 1/4 gelas air, dan penyedap rasa. Masak hingga bumbu meresap.
    * Masukkan taoge, kangkung, dan daun bawang. Masak hingga sayuran layu. Angkat dan sajikan untuk 5-6 orang.


Tim Tahu Ayam Cincang

Bahan:

    * 2 buah tahu putih besar, cuci, lumatkan dengan garpu
    * 5 butir telur ayam
    * 50 gram soun, seduh, tiriskan
    * mentega/minyak goreng, untuk olesan pinggan
    * 1/2 bungkus penyedap rasa ayam

Bahan Tumisan:

    * 150 gram ayam cincang
    * 2 siung bawang putih, cincang
    * 1 batang daun bawang, iris tipis
    * 2 sdm tausi, cincang kasar
    * 1 sdm tepung tapioka, larutkan dengan 100 ml air
    * 1 sdt garam
    * 1 sdt gula
    *  1sdt merica
    * 1 sdm minyak wijen
    * 4 sdm minyak goreng, untuk menumis
    * 1/2 bungkus penyedap rasa ayam

Cara Membuat:

    * Siapkan pinggan, tahan panas yang telah diolesi mentega/minyak goreng. Masukkan tahu, ratakan, sisihkan.
    * Campur telur, soun, dan 1/2 bungkus penyedap rasa. Tuangkan ke dalam pinggan berisi tahu, ratakan. Kukus hingga matang. angkat. Sisihkan.
    * Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan ayam cincang dan 1/2 bungkus penyedap rasa, aduk hingga berubah warna
    * Tambahkan daun bawang, tausi, garam, gula, merica, dan minyak wijen, aduk rata. Kentalkan dengan larutan tapioka. Siramkan tumisan di atasa bahan yang telah dikukus. Aggkat dan sajikan. Untuk: 4-5 orang.

Pencok Ayam Kuring

Bahan:
* 250 gram ayam cincang
* 10 utas kacang panjang, iris halus
* 1 ikat kemangi, ambil daunnya
* 5 butir bawang merah, iris kasar
* 2 siung bawang putih, cincang
* 3 buah cabai besar, iris tipis
* 1 buah jeruk limau, ambil airnya
* 1/4 gelas minyak goreng
& 3/4 bungkus penyedap rasa ayam

Bumbu Halus:
* 3 buah cabai merah besar
* 2 sing bawang putih
* 1 buah tomat
* 1 butir kemiri sangrai
* 1 cm kencur
* 2 sdm gula merah
* 1 sdt terasi bakar
* 1/4 bungkus penyedap rasa ayam

Cara Mumbuat:
* Campur ayam cincang dengan bawang putih, minyak goreng dan penyedap rasa ayam. Tumis sambil diaduk-aduk hingga mengering. Sisihkan.
* Campur rata bumbu halus dengan tumisan ayam, bawang merah, cabai merah, dan air jeruk limau.
* TAmbahkan kacang panjang dab daun kemangi. Aduk rata. Angkat dan sajikan. Untuk 4-5 orang.

Kue Keju Isi Abon

Bahan:
* 200 gram abon sapi
* 200 gram margarin
* 8 gram penyedap rasa sapi
* 1 butir kuning telur
* 250 gtam tepung terigu
* 75 gram keju parut
* 50 gram maizena

Cara Membuat:
* Aduk margarin, penyedap rasa sapi, dan keju parut  hingga rata serta halus. Tambahkan telur, aduk rata.
*Masukkan tepung terigu dan maizena, aduk rata. Bentuk adonan bulat-bulat, lalu isi dengan abon, Tambahkan adonan di atasnya dengan bentuk menyilang, lau polesi dengan kuning telur.
* Susun dalam loyang, lalu panggang kurang lebih 35 menit hingga matang dengan suhu 130 derajat celcius.

Nasi Goreng Seafood

Bahan:
* 1 sdm margarine
* 2 siung bawang putih, memarkan
* 2 buah bawang bombay. cincang kasar
* 1 ruas jahe
* 100 gram udang kecil, bersihkan
* 100 gram cumi, potong-potong
* 1 batang daun bawang, iris serong
* 100 gram nanas, potong dadu
* 200 gram nasi putih
* 1 sdm kecap asin
* 1 sdt kecap ikan
* 1 sdt lada halus

Cara Membuat:
* Panaskan margarine,lalu tumis bawang bombay, bawang putih, dan jahe hingga harum.
*Masukkan udang dan cumi, aduk hingga berubah warna.
* MAsukkan ansi, aduk hingga rata.
* Masukkan semua bahan, masak hingga rata dan matang

Sapi Kukus Tauco

Bahan:
- 250 gram daging sapi iris tipis,
- 50 gram batang sawi asin, potong kasar, cuci, tiriskan
- 20 buah cabai rawit merah
- 5 buah belimbing sayur, belah dua
- 2 siung bawang putih, cincang,
- 1 batang daun bawang, iris tipis
- 1 cm jahe, iris halus,
- 2 sdm gula merah
- 2 sdm tauco, cincang,
- 1 sdm tepung maizena
- 2 sdm saus sambal
- 1 sdm minyak wijen
- 4 sdm minyak goreng untuk menumis
- 1 bungkus penyedap rasa sapi secukupnya

Cara Membuat:
- Letakkan daging dalam pinggan tahan panas. Lumuri dengan gula merah, tepung maizena, saus sambal, dan penyedap rasa sapi. DIamkan sebentar agar bumbu meresap. Sisihkan.
- Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan sawi asin, cabe rawit, belimbing sayur, daun bawang, jahe, tauco, dan minyak wijen. TAmbahkan air secukupnya. Masak hingga matang.
- Masukkan tumisan ke dalam pinggan berisi daging. Aduk rata. Kukus hingga matang. ANgkat dan sajikan untuk 3-4 orang