Thursday, 23 September 2010

Cara Praktis Merangsang Pembungaan Tanaman Klengkeng

Perangsangan pembungaan tanaman klengkeng dapat dilakukan dengan cara perlakuan fisik seperti pemangkasan, perundukan dahan, penggelangan, dan lain-lain. Sedangkan secara non fisik dapat dilakukan dengan cara pemupukan hara mikro atau pemberian hormon. Hasil kajian yang dilakukan oleh Yulianto dan Joko Susilo, peneliti dari BPTP Jawa Tengah, diperoleh kesimpulan bahwa cara penyerempakan pembungaan tanaman klengkeng melalui perundukan dahan ini dapat direkomendasikan di daerah sentra-sentra produksi klengkeng, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.
Pohon klengkeng (Dimocarpus longan (lour) Steud) mempunyai tiga kelompok bunga, yaitu, bunga berkelamin tunggal, berbunga jantan dan betina. Tanaman klengkeng yang berumah satu (bunga jantan dan bunga betina terjadi pada satu pohon) kadang kala berbunga hanya sedikit sehingga mengeluarkan buahnya juga sedikit. tak terkecuali di saat musimnya pada bulan September. Hal inilah menjadikan tingkat produktivitas klengkeng sangat rendah.
Dari beberapa perlakuan, cara perundukan dahan dinilai paling efektif untuk perangsangan pembungaan pada tanaman klengkeng yang berumur produktif (8-15 tahun). Perundukan dilakukan dengan cara menarik percabangan ke bawah dengan kawat atau tali agar menjadi horisontal. Antara kawat dan dahan atau cabang yang dirundukan diberi sabut kelapa agar kulit dahan tidak mengalami luka. Tunas-tunas akan tumbuh di percabangan yang dirundukkan untuk selanjutnya dipangkas. Setelah tumbuh bunga, perundukan dilepas kembali.
Seluruh pertanaman diperlakukan dan dirawat sesuai cara perawatan petani, terutama dalam hal pemberian pupuk kompos dan kimia diseragamkan. Pupuk dasar yang diberikan adalah  SP-36 0,8 kg, KCl 0,55 kg, dan NPK 0,7 kg per pohon. Pupuk tersebut diberikan dengan cara dibenamkan dan ditutup tanah di dalam parit yang dibuat melingkar di bahwa tajuk tanaman. Ukuran parit sedalam 20 cm dan lebar 15 cm.
Dengan perlakuan perundukkan dahan, dihasilkan bunga-bunga yang tidak hanya tumbuh di ujung rantingnya saja, tetapi tumbuh pula bunga-bunga dan buah-buah  pada dahan yang dirundukan. Dahan atau cabang yang dirundukan dalam posisi horisontal menjadi mudah berbunga dan berbuah. Bila cabang-cabang dibiarkan tumbuh ke atas, akan terjadi apikal dominan. Saat itu daun cenderung keluar terus menerus.

No comments:

Post a Comment