Aku terhitung anak berprastasi sejak aku duduk di sekolah dasar. Aku menjadi siswa yang cukup diperhitungkan baik oleh guru maupun teman-teman. Aku terbiasa untuk menjadi seorang leader, meskipun terkadang aku merasa kurang percaya diri. Tidak usah aku sebutkan mengapa aku tidak percaya diri.
Seiring waktu berllau, akhirnya aku bisa menyelesaikan studi ku hingga ke pergutuan tinggi di Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Semua tidak terlepas dari perasan keringat ayahku yang bekerja dengan giatnya demi untuk menyekolahkan aku anaknya yang sangat beliau banggakan.
Beberapa bulan setelah aku lulus kuliah, aku dilamar oleh seorang pria yang kini jadi suamiku. sesungguhnya ku tidak berniat untuk menikah terlalu cepat, namun takdir Alloh berkata lain, bahwa aku harus menikah secepat ini dan aku menerimanya dengan penuh ketawakalan.
Saat menikah, aku baru lulus banget, jadi aku belum sempat mancari pekerjaan. Akhirnya aku memiliki kegiatan belajar internet marketing di rumah saja. Aku ingin mengerjakan semuanya secara totalitas, aku ngga mau setengah-setengah, tapi aku susah untuk mengkomunikasikan semuanya pada suamiku. Entahlah, aku merasa suamiku tidak percaya pada kemampuanku, dan aku sendiri pun takut atau gengsi untuk bertanya-tanya sama dia. Ya, dia selalu memandangku sebelah mata. Katanya mau sama-sama belajar, tapi kalo tiap dia lagi asik di depan komputer dan pada saat yg sama aku nyamperin, dia pasti tetep asik sendiri tanpa mau berbagi ilmu denganku. Sungguh aku ngga ngerti apa yang ada di fikirannya. Katanya pengen aku bisa ini, bisa itu tapi ngga pernah mau ngajarin atau minimal ngarahin.
Ya terkadang aku pun berfikir untuk mengerjakannya sendiri, tapi setelah itu aku sering bingung. Ya Alloh tolonglah hamba-Mu, aku tidak mau hanya jadi beban, hamba ingin banyak beramal tapi dari hasil jerih payahku sendiri. Amal yang aku maksud disini adalah amal dalam bentuk materi. Aku mau sekali untuk bisa memberi materi kepada kedua orang tua ku, kepada saudara-saudara ku, kepada kaum yang membutuhkan. Tapi aku mau semua berasal dari keringatku sendiri, bukan hanya dari suamiku semata. Aku ingin ilmu yang sudah aku kecap selama 16 tahun bisa manghasilkan materi, seperti yang orang tuaku harapkan ketika dulu mereka menyekolahkan aku. Ya Alloh, jalan seperti apakah yang mesti aku tempuh????
Ada beberapa opsi yang bisa aku pilih.
- Menjadi Ibu Rumah Tangga Murni yang hanya berdiam di rumah, nunggu suami pulang, dll.
- Menjadi pegawai, baik di pemerintahan, bank, swasta, atau di sekolah.
- Menjadi Ibu rumah tangga sekaligus pengusaha, baik internet marketer maupun usaha offline lainnya seperti dagang, dll.
Opsi 2, aku memang ingin sekali bekerja. Aku ingin bekerja untuk berhenti suatu saat, jika modal sudah terkumpul. Aku ingin mengumpulkan modal untuk aku membangun usaha. Jujur, aku tidak mau menjadi pegawai abadi, itu pasti akan sangat membosakan kurasa. TApi jika ALloh mentakdirkan aku seperi itu, aku akan menjalankannya dengan tulus dan ikhlas Lillahi Ta'ala dan akan terus berkarya dan memberi yang terbaik.
Opsi 3, aku sedang merintid itu. Tapi aku butuh dukungan dan motivator yaitu orang terdekat denganku sekarang karena dia yang tahu bidang ini.
No comments:
Post a Comment